PPPM Baitul Makmur

Menu


HomeProgramsFacilityNewsAbout

Blog Menu


CategoriesTagsAuthors
Published October 31, 2026Advice
PPPM Baitul Makmur Tekankan Adab Menasihati dan Penguatan Keimanan dalam Keseharian

PPPM Baitul Makmur Tekankan Adab Menasihati dan Penguatan Keimanan dalam Keseharian

By Admin PPPMBM

Surabaya (31/10) — Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitul Makmur Surabaya menggelar pengajian rutin bagi santri reguler di lantai 3 Masjid Baitul Makmur pada Jumat (30/10/2026) bakda Isya. Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Dewan Guru PPPM Baitul Makmur, Ustadz Dipa Fauzan, menyampaikan tausiyah mengenai adab saling menasihati dalam kebaikan serta pentingnya menghadirkan kesadaran atas pengawasan Allah SWT di setiap aktivitas.

Mengawali arahannya, Ustadz Dipa Fauzan mengingatkan para santri bahwa budaya saling mengingatkan merupakan bagian penting dalam menjaga kerukunan dan kekompakan di lingkungan asrama. Namun, ia menggarisbawahi bahwasanya penyampaian nasihat harus dibingkai dengan akhlakul karimah dan pemilihan tutur kata yang santun agar tidak melukai perasaan maupun menjatuhkan martabat saudara seiman.

“Di dalam nasihat-menasihati, jangan sampai menyakiti atau menjatuhkan pihak yang dinasihati. Gunakanlah bahasa yang baik dan santun. Sebagaimana obat yang memiliki beragam rasa ada yang manis, hambar, hingga pahit tujuannya tetap satu, yakni untuk kesembuhan dan kesehatan. Begitu pula dengan nasihat; meskipun cara penyampaiannya beragam, muaranya adalah demi kebaikan bersama,” tutur Ustadz Dipa di hadapan para santri reguler.

Lebih lanjut, ia mengajak para santri untuk memandang agama Islam sebagai jalan yang memudahkan (Ad-diinu yusrun), termasuk dalam meraih rida Allah dan surga-Nya melalui kepedulian terhadap sesama. Ia meminta para santri menghilangkan sikap apatis atau pembiaran ketika melihat rekan sejawat melakukan kekeliruan.

“Beragama itu sejatinya mudah, namun terkadang manusia sendiri yang membuatnya terasa sulit. Jangan sampai ketika melihat teman atau saudara berbuat salah justru dibiarkan dengan anggapan hal itu memperbesar peluang kita sendiri masuk surga. Justru dengan peduli dan saling mengingatkan dalam kebenaran, peluang meraih surga semakin terbuka lebar karena terdapat pahala besar di dalamnya,” jelasnya.

Selain membangun kepedulian sosial di lingkungan pondok, Ustadz Dipa turut mengajak para santri merenungi hakikat ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta. Seluruh kemampuan fisik dan intelektual yang dimiliki seorang mahasiswa maupun santri mulai dari mata yang melihat, tangan yang bergerak, hingga akal pikiran yang bekerja semata-mata berjalan atas izin dan kuasa Allah SWT.

Kesadaran tersebut, menurutnya, harus melahirkan sifat merasa selalu diawasi oleh Allah yang tercermin dalam nilai kejujuran dan amanah, baik saat berada di tengah keramaian maupun ketika sendirian.

“Jangan pernah merasa aman untuk melakukan kemaksiatan atau pelanggaran hanya karena tidak ada manusia di sekitar kita, sebab Allah SWT senantiasa mengawasi hamba-Nya kapan pun dan di mana pun. Keimanan seorang santri tidak boleh berhenti sebatas identitas belaka, melainkan harus benar-benar hidup serta memengaruhi tindak laku dan tutur kata sehari-hari,” pungkasnya.

Melalui pengajian rutin ini, para santri reguler PPPM Baitul Makmur diharapkan mampu mengamalkan nilai-nilai 29 Karakter Luhur, khususnya dalam menjaga kerukunan, kekompakan, serta kejujuran sebagai bekal mencetak generasi penerus yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.