PPPM Baitul Makmur

Menu


HomeProgramsFacilityNewsAbout

Blog Menu


CategoriesTagsAuthors
Published November 04, 2026Advice
Pengajian Rutin Santri Reguler, PPPM Baitul Makmur Dorong Peningkatan Ilmu hingga Derajat Faqih

Pengajian Rutin Santri Reguler, PPPM Baitul Makmur Dorong Peningkatan Ilmu hingga Derajat Faqih

By Admin PPPMBM

Surabaya (04/11) — Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitul Makmur Surabaya kembali menyelenggarakan pengajian rutin bagi santri reguler di lantai 3 Masjid Baitul Makmur pada Selasa (03/11/2026) bakda Isya. Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Dewan Guru PPPM Baitul Makmur, Ustadz Suyono, menyampaikan materi mengenai pentingnya meningkatkan derajat kepahaman ilmu agama hingga melahirkan kesadaran penuh atas pengawasan Allah SWT.

Di hadapan para santri reguler, Ustadz Suyono menjelaskan bahwa menuntut ilmu agama (tholabul ilmi) tidak boleh berhenti pada sebatas mengumpulkan pengetahuan di dalam ingatan. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara sekadar memiliki banyak ilmu dengan benar-benar memahami hakikat ilmu tersebut.

“Dengan mendalami ilmu, maka kepahaman kita juga akan turut meningkat. Perlu diingat bahwa orang yang banyak ilmunya belum tentu paham, tetapi orang yang paham sudah pasti merupakan orang yang berilmu. Tanda utama bahwa kepahaman agama seseorang itu meningkat adalah ia semakin menjauhi larangan Allah dan bersemangat mengamalkan kebaikan yang menghasilkan pahala,” tutur Ustadz Suyono.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dalam menyerap dan mengamalkan ilmu agama, terdapat empat tingkatan yang perlu dilalui oleh seorang santri:

  1. Tahu ('Alimna): Tahap awal ketika seseorang sekadar mengetahui suatu informasi atau pengetahuan secara lahiriah.
  2. Memahami (Fahimna): Tahap ketika seseorang mulai mengerti unsur-unsur dan rangkaian dari ilmu yang dipelajarinya.
  3. Fakih (Faqihna): Tahap penguasaan ilmu secara mendalam dan terperinci sehingga mengetahui ukuran, hukum, serta tata cara pengamalannya dengan tepat.
  4. Menjumpai atau Merasakan (Adraka): Puncak kepahaman ketika ilmu telah meresap ke dalam hati dan melahirkan kesadaran bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga tidak memiliki keberanian sedikit pun untuk melanggar aturan-Nya.

Agar mudah dipahami oleh para santri mahasiswa, Ustadz Suyono mengibaratkan keempat tingkatan ilmu tersebut layaknya secangkir kopi. Tingkatan 'Alimna adalah ketika seseorang tahu bahwa minuman di hadapannya bernama kopi. Kemudian Fahimna adalah ketika ia mengerti bahwa kopi tersebut tersusun dari perpaduan air dan bubuk kopi. Adapun Faqihna adalah ketika ia mengetahui takaran racikan yang pas antara seberapa banyak air dan bubuk kopinya, sedangkan Adraka adalah ketika ia benar-benar mencicipi dan menjumpai langsung cita rasa dari kopi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan para santri agar tidak sekali-kali meremehkan ancaman siksa Allah SWT akibat perbuatan maksiat. Mengambil pelajaran dari kisah umat terdahulu di dalam Al-Quran, ia mencontohkan bagaimana Kaum 'Ad yang dikenal memiliki postur tubuh besar dan kekuatan fisik luar biasa tetap tidak mampu berlindung dari azab Allah.

“Orang-orang terdahulu yang dikatakan sangat kuat seperti Kaum 'Ad saja sama sekali tidak bisa berlindung dari siksa Allah, terlebih lagi kita sebagai manusia akhir zaman yang fisiknya jauh lebih kecil dan lemah; tentu akan hancur lebur jika menantang azab-Nya,” tegasnya mengingatkan para santri.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Suyono memanjatkan doa dan harapan bagi seluruh santri PPPM Baitul Makmur agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjaga ketaatan selama menempuh pendidikan di pesantren maupun di bangku perkuliahan.

“Semoga Allah menjadikan seluruh santri di PPPM Baitul Makmur ini sebagai pribadi yang salih dan salihah, terjaga dari pelanggaran serta kemaksiatan, dan senantiasa istikamah dalam beramal baik serta beribadah,” pungkasnya.

Melalui pengajian rutin ini, PPPM Baitul Makmur terus memperkuat pilar pertama dari Tri Sukses Generus, yakni mencetak santri yang alim-faqih yang mampu menyelaraskan kedalaman ilmu agama dengan keluhuran akhlak dalam kehidupan sehari-hari.